Jalan-jalan ke Sulawesi Selatan
Topik: Berita
Diskusi — Amril Taufik Gobel on August 22nd, 2008
Bagi para pelancong yang ingin berkunjung ke Kota Makassar, ada baiknya anda mengunduh dan membaca buku saku Makassar yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kodya Makassar. Isi buku saku tersebut tidak hanya menyangkut soal tempat wisata namun juga informasi lainnya yang bermanfaat dan terkait mengenai kota Makassar.
Bisa diunduh disini (dalam format dokumen PDF setelah dimekarkan dari file zip sebesar 4 MB).
Selamat Membaca !
Topik: Wisata Budaya/Ritual Adat
Diskusi — Amril Taufik Gobel on August 14th, 2008
A. Selayang Pandang
Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan, disebut dengan Puya, yang terletak di bagian selatan tempat tinggal manusia. Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian. Dikatakan demikian, karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruh prosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka orang yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai orang “sakit” atau “lemah”, sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya orang hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan minuman, bahkan selalu diajak berbicara.
Oleh karena itu, masyarakat setempat menganggap upacara ini sangat penting, karena kesempurnaan upacara ini akan menentukan posisi arwah orang yang meninggal tersebut, apakah sebagai arwah gentayangan (bombo), arwah yang mencapai tingkat dewa (to-membali puang), atau menjadi dewa pelindung (deata). Dalam konteks ini, upacara Rambu Solo menjadi sebuah “kewajiban”, sehingga dengan cara apapun masyarakat Tana Toraja akan mengadakannnya sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua mereka yang meninggal dunia.
Selengkapnya »
Topik: Berita
Diskusi — Amril Taufik Gobel on August 13th, 2008
Daftar nama-nama obyek/daya tarik wisata yang ada di Kota Makassar berdasarkan pengamatan di lapangan dan pengumpulan data dari beberapa instansi yang terkait seperti dari Kanwil Deparsenibud Propinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pariwisata Kota Makassar, Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sulawesi Selatan, dan Museum La Galigo.
Menurut data eksisting trend perjalanan wisata dalam lingkup Kota Makassar oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar tahun 1998/1999, menunjukkan bahwa ada 4 (empat) paket trend, perjalanan wisata yang disediakan yaitu; City Tour, Sight Seeing Tour, Sea Recreation, Journey/Adventure. Adapun bagian dari paket - paket tersebut adalah :
Topik: Wisata Kuliner
1 komentar — Amril Taufik Gobel on April 30th, 2008
SULAWESI SELATAN memiliki santapan kuliner yang khas dan nikmat. Setiap kali mudik ke Makassar, saya tak pernah melewatkan sedikitpun menyantap hidangan-hidangan khas disana yang sungguh membelai lidah dan menggugah selera. Berikut ini saya sajikan sejumlah masakan khas Sulawesi Selatan/Makassar yang saya sarikan dari situs Kota Daeng.
Coto Makassar
Hidangan ini adalah salah satu “trade mark” kuliner Makassar berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar yang terdiri dari usus, hati, otak, daging sapi atau kuda, dimasak dengan bumbu sereh, laos, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, garam yang sudah dihaluskan, daun salam, jeruk nipis, dan kacang. Pada umumnya Coto Makassar disajikan/dimakan bersama ketupat. Saat masih tinggal di Makassar dulu, hidangan ini kerap saya santap terutama ketika sedang sakit flu/pilek. Dijamin, bila disantap dengan sambal pedas saat kuah coto dihirup sembari mengunyah ketupat, maka penyakit pilek akan “bablas” bersama peluh yang mengucur. Coto Makassar yang cukup terkenal di Makassar adalah yang berada di Jalan Gagak.
Topik: Wisata Kebudayaan, Berita
Diskusi — Amril Taufik Gobel on April 29th, 2008
JIKA anda ke Makassar, jangan pernah melewatkan untuk mengunjungi salah satu monumen kejayaan masa silam yang mencerminkan keperkasaan kerajaan Gowa yang berjaya di sulawesi sekitar abad-17. Monumen bersejarah itu adalah benteng Ujung Pandang atau dikenal sebagai Fort Rotterdam.
Berdasarkan tulisan di situs Pemerintah Kota Makassar, Benteng Ujungpandang dibangun pada 1545 oleh raja Gowa ke-10,yang bernama I Manrigau’ Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Ia juga terkenal dengan nama Karaeng Tunipallangga Ulaweng. Inilah satu-satunya benteng yang tidak dimusnahkan Belanda.
Benteng ini berbentuk segi empat, terbuat dari tanah liat, dengan gaya arsitektur Portugis. Modelnya sama dengan benteng di Eropa pada abad ke-16 dan 17. Pada salah satu ruangannya, kita dapat menyaksikan tempat Pangeran Diponegoro dipenjara, serta gereja pertama di Makassar yang dibangun Belanda.
Topik: Uncategorized
1 komentar — Amril Taufik Gobel on November 21st, 2007
Sebagai bahan referensi yang berharga bagi anda yang ingin melancong ke Makassar dan Sulawesi Selatan, dibawah ini saya informasikan daftar hotel dan biro perjalanan yang ada di Makassar. Informasi ini saya kutip dari situs Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Sulawesi Selatan sebagai berikut :
Topik: Wisata Alam
4 komentar — Amril Taufik Gobel on November 20th, 2007
Pelataran Bahari Pantai Losari menjelang senja (foto dari WIKIPEDIA-Indonesia)
Saat masih berstatus mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar sekitar tahun 1990-1994, tempat favorit saya untuk sekedar melepaskan penat (dan mungkin indehoy bersama kekasih tercinta) adalah Pantai Losari.
Pantai yang terletak disebelah barat kota Makassar ini memang menawarkan keindahan yang sangat eksotis terutama saat menyaksikan pemandangan matahari terbenam ketika petang menjelang. Saya masih ingat betul, sejumlah pedagang makanan bertenda berderet sepanjang kurang lebih satu kilometer dipesisir Pantai Losari. Sampai-sampai ada yang sempat menjuluki sebagai “meja makan terpanjang didunia”. Hidangan yang disajikanpun sangat beragam namun kebanyakan didominasi oleh makanan laut (seafood) dan ikan bakar.
Topik: Wisata Alam
Diskusi — Amril Taufik Gobel on November 4th, 2007
Keterangan foto: Sunrise di Danau Matano (foto:Istimewa)
Mungkin sebahagian orang di Indonesia kurang mengenal atau mendengar nama Danau Matano, yang merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan terdalam ke-8 di dunia (600mtr depth), bahkan di Sulawesi Selatan, danau Tempe (Wajo) dan danau Towuti (Malili) lebih sering diperbincangkan. Namun, bagi masyarakat Sorowako umumnya, dan PT International Nickel Indonesia khususnya, perusahaan penambangan nikel terbesar dunia yang area pertambangannya meliputi Sorowako- danau Matano merupakan sumber energi dan penghidupan yang sangat vital, sehingga ketergantungan terhadap danau Matano ini sangat tinggi. Danau Matano sendiri terletak di Sorowako, kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu TImur, Sulawesi Selatan. Letaknya berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Topik: Uncategorized
3 komentar — Amril Taufik Gobel on November 2nd, 2007
Keterangan foto : Air terjun Bantimurung yang eksotis di Kabupaten Maros (foto: Auliah Putry)
“Bantinglah Kemurunganmu di Bantimurung dan rasakan sukacitanya,” ujar seorang kawan saya suatu hari. Dan memang, ketika kita berada di Bantimurung–sebuah daerah wisata indah yang berlokasi di Kabupaten Maros sekitar 30 km dari kota Makassar–saya merasakan kegembiraan dan sukacita tiada tara. Tidak hanya menikmati ketakjuban Air Terjunnya yang eksotis tapi juga Kupu-Kupu yang indah beterbangan disana.
Topik: Salam
Diskusi — Amril Taufik Gobel on November 2nd, 2007
Keterangan foto : Sunset yang memukau di Pantai Losari (foto : Irayani Queencyputri)
Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12′ - 8° Lintang Selatan dan 116°48′ - 122°36′ Bujur Timur. Luas wilayahnya 62.482,54 km². Provinsi yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat, dan Laut Flores di selatan ini, memiliki sejumlah potensi daerah wisata yang eksotis.
Komentar Terbaru