You're here: My Travel Blogging » Sulawesi Selatan » Article: Fort Rotterdam, Lambang Kejayaan Masa Silam

Fort Rotterdam, Lambang Kejayaan Masa Silam

Amril Taufik Gobel — April 29, 2008 / 2:12 pm

bentengsombaopu.jpgJIKA anda ke Makassar, jangan pernah melewatkan untuk mengunjungi salah satu monumen kejayaan masa silam yang mencerminkan keperkasaan kerajaan Gowa yang berjaya di sulawesi sekitar abad-17. Monumen bersejarah itu adalah benteng Ujung Pandang atau dikenal sebagai Fort Rotterdam.

Berdasarkan tulisan di situs Pemerintah Kota Makassar, Benteng Ujungpandang dibangun pada 1545 oleh raja Gowa ke-10,yang bernama I Manrigau’ Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Ia juga terkenal dengan nama Karaeng Tunipallangga Ulaweng. Inilah satu-satunya benteng yang tidak dimusnahkan Belanda.

Benteng ini berbentuk segi empat, terbuat dari tanah liat, dengan gaya arsitektur Portugis. Modelnya sama dengan benteng di Eropa pada abad ke-16 dan 17. Pada salah satu ruangannya, kita dapat menyaksikan tempat Pangeran Diponegoro dipenjara, serta gereja pertama di Makassar yang dibangun Belanda.

Jika diamati dari atas, benteng ini lebih menyerupai seekor penyu. Sebagian sumber berpendapat, bentuk penyu tersebut menggambarkan bahwa Kerajaan Gowa adalah kerajaan pelaut. Benteng itu sebagai pelindung Ibu Kota.

fort-rotterdam.jpgDalam perjalanan waktu, benteng mengalami beberapa kali perubahan fungsi. Di masa penjajahan Belanda, ia pernah dipugar dan diberi nama Fort Rotterdam, sesuai nama kota di Belanda. Ketika itu Belanda menjadikan benteng ini sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan

Pada masa penjajahan Jepang, benteng ini difungsikan sebagai pusat studi pertanian dan bahasa. Kemudian oleh TNI dijadikan sebagai pusat komando. Dan sekarang menjadi pusat kebudayaan dan seni.

Sayang, meski benteng ini memiliki nilai sejarah yang tinggi namun terkesan tampak tidak terawat. Tanda-tanda yang menjelaskan fungsi-fungsi ruangan yang ada di benteng yang langsung berhadapan dengan sisi laut itu tidak ternavigasi dengan baik. Sebagai salah satu cagar budaya dan tujuan wisata potensial di Makassar, sudah selayaknya Fort Rotterdam mendapatkan perhatian khusus dari Pemkot Makassar untuk dipelihara kelestariannya. Terlebih akses untuk menuju Fort Rotterdam cukup mudah dijangkau–meski dengan menumpang becak–dari sejumlah hotel yang bertebaran disekitar pantai Losari dan di dekat benteng tersebut.

Catatan: 

Sumber foto diambil dari Kota Daeng dot Net dan dari sini  

 

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. agus heru

    Benteng Fort Rotterdam panas dan gersang.
    Pada era tahun 80an, saya sering mengunjungi benteng ini.

    Di halamannya banyak tumbuh pohon2 besar dan rindang, saya sering belajar dan diskusi dengan teman2, atau sekedar melepas lelah di bawah pohon.
    Lebih dari itu saya dan teman2 dari teater putih sering memanfaatkan keteduhannya untuk berlatih secara rutin.

    Pada tahun 1986 saya meninggalkan Makassar dan pada tahun 2007, atau tepatnya 21 tahun kemudian saya berkesempatan menengok Bnteng Fort Rotterdam, saya sungguh kecewa. Pohon2 yang rindang telah hilang, suasana yang dulu sejuk dan rindang, tak kutemukan lagi.

    Saya sangat kecewa, karena suasana tak lagi nyaman bahkan saya merasa tak betah berlama-lama.

    October 27th, 2008 at 8:28 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Erwin Prima — Halo mbak Nunik, Terima kasih atas tanggapannya. Tentunya menjadi traveler, perlu keberanian dan persiapan lebih, tapi, dalam hal ini kita sama-sama belajar. Hope u ...
  • » Finally… ~ Blog Archive ~ Bali (Asia Blogging Network) — [...] the bomber of Bali Bomb, Amrozi, Imam Samudera, and Ali Gufron were executed yesterday morning, at 00.15 WIB, in ...
  • yudha heryawan asnawi — Terimakasih atas informasinya tentang danau matano, kebetulan saya ada rencana kegiatan di sana.
  • sandra — Saya bangga menjadi orang Toraja,selain kebudayaan serta ada istiadat yang sangat unik,orang Toraja juga memiliki kepribadian yang ramah & bersahaja,meskipun ...
  • nunik — Met..pge mas erwin prima, dwie sangat terkesan dgn topik yg mas yg berjudul.. Apakah anda seorng traveler'' kayaknya sy hrs by belajar dari ...
  • LK — Test comment
  • agus heru — Benteng Fort Rotterdam panas dan gersang. Pada era tahun 80an, saya sering mengunjungi benteng ini. Di halamannya banyak tumbuh pohon2 besar dan ...
  • olyn — wwwoooowwww.....qrenn....pengen maen ne...kapaN ya?? sesuaian sama budget juga ne
  • faulina — sy tertarik dgn artikel bpk di atas. sy reporter dari sebuah program anak di Trans7. bisakah sy meminta nomor kontak ...
  • M3127IN — gw selalu kangen buat balik gi ke pantai ini... pantai ini punya kenangan manis buat gw^_^ suatu saat nanti gw berharap gw ...