Jalan-jalan ke Ranah Minang
Topik: Wisata Sejarah, Sawahlunto, Situs Budaya, Tur Kota
1 komentar — rane on January 2nd, 2008
Beberapa waktu silam saya pernah mendengar cerita dari seorang teman yang memamerkan pengalamannya berkunjung ke sebuah kota mati nun jauh di Amerika sana. Kota mati bak di film-film koboi, lengkap dengan tambang-tambang batubaranya itu menjadi sebuah aset wisata, bahkan katanya pengunjung juga dapat kesempatan masuk ke tambang-tambang dan melihat sendiri situasi di dalam.
Siapa menyangka, bertahun-tahun kemudian saya berkesempatan juga melakukan perjalanan yang sama, bukan di kota mati tapi ke kota yang masih sangat hidup bahkan kaya budaya. Bukan pula ke Amerika sana tapi cukup ke sebuah kota di Sumatra Barat yang sejak SD sudah saya kenal namanya sebagai pusat produksi batubara terbesar dengan kualitas terbaik. Nama kota itu Sawahlunto.
Sawah lunto dari atas bukit dengan bekas bangunan
pengolahan tambang batubaranya.
Sejak memasuki Sawahlunto, bayangan yang saya dapat dari pelajaran di SD dulu keburu sirna oleh keindahan kotanya. Selengkapnya »
2 komentar — budiputra on November 19th, 2007

Bagi yang berkunjung ke kota Padang, jangan lupa bertandang ke kawasan kota tua di ibukota Sumatra Barat itu. Letaknya di pinggiran sungai Batang Arau.
Setidaknya ada dua pemandangan menarik di sini. Pertama, gedung-gedung peninggalan kolonial Belanda, yang sebagian dijadikan gudang, perkantoran bahkan hotel. Oh ya, di kawasan ini juga terdapat kelenteng dan gedung pertemuan Himpunan Bersatu Teguh.

Jalan kaki sore ini di sepanjang kota tua ini sangat mengasyikkan. Wisata budaya ini bisa dimulai dari melihat-lihat kapal dan perahu yang bersandar di pinggir sungai Batang Arau dari atas Jembatan Siti Nurbaya, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Batang Arau di mana banyak sekali gedung tua dengan arsitektur khasnya.

Setelah jalan sekitar 300 meter, begitu sampai di pertigaan, lalu belok ke kiri, Anda akan mentok di kelenteng. Pada hari-hari tertentu, jalan di depan kelenteng bisa saja macet, jika bertepatan dengan jam peribadatan.
Jika Anda haus dan lapar setelah jalan kaki, banyak sekali restoran di kawasan Pondok yang layak Anda samperin. Mmm….
Topik: Laut, Wisata Bahari, Akomodasi, Pesisir Selatan
Diskusi — budiputra on November 1st, 2007

Keindahan Paradiso yang mungkin belum begitu banyak dikenal masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan salah satu alternatif bagi para penggemar wisata pulau yang sudah jenuh dengan suguhan pulau-pulau yang sudah ada sebab sudah sangat ramai, bising dan sibuk. Selengkapnya »
Topik: Wisata Pendidikan, Agam, Wisata Bahari, Wisata Budaya, 50 Kota, Wisata Alam, Salam
1 komentar — budiputra on November 1st, 2007

Echo Homestay di Lembah Harau, Kabupaten 50 Kota
Jika Anda ingin jalan-jalan di pelosok Nusantara, berkunjung ke Sumatra Barat layak untuk dipertimbangkan.
Ranah Minang punya hampir semua obyek wisata: mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata bahari hingga wisata pendidikan.
Provinsi ini punya laut dan pantai, danau, sungai, bukit, gunung, ngarai, lembah, ngalau — belum lagi situs-situs budaya.
Nuansa Maninjau Resort, Kabupaten Agam
Blog ini akan menginformasikan pariwisata Ranah Minang. Bagi yang sudah pernah jalan-jalan ke sini, silahkan bagi pengalaman Anda. Yang baru mau datang, silahkan tanya-tanya dan yang akan menjawab bisa siapa saja.
Selamat raun-raun ke Ranah Minang!
Foto-foto: Budi Putra
Komentar Terbaru